Seiring berkembangnya lanskap teknologi global, sektor hard technology Tiongkok semakin menjadi fokus utama bagi modal internasional.
Pada 7 April, George Miltiadous, CEO WeTrade, diundang oleh CCTV Finance untuk berbagi pandangan mengenai prospek investasi di sektor hard technology Tiongkok.
Ini merupakan penampilan kedua WeTrade di CCTV, setelah partisipasinya dalam “Financial Power Summit” pada tahun 2025, yang mencerminkan pengakuan WeTrade yang terus meningkat di panggung global.
Dalam wawancara tersebut, Miltiadous menyampaikan:
“Tiga tahun lalu, investor internasional lebih berfokus pada faktor eksternal seperti hambatan teknologi dan risiko geopolitik. Kini, perhatian telah bergeser ke kapabilitas teknologi perusahaan serta peran mereka dalam rantai nilai global.”
Ia menekankan bahwa seiring Tiongkok memperkuat posisinya di berbagai sektor strategis dan terus membangun ekosistem industri yang lebih lengkap, cara pandang investor pun ikut berubah. Fokus perlahan bergeser dari risiko menuju kapabilitas.
Sebagai hasilnya, hard technology Tiongkok semakin dipandang sebagai alokasi strategis jangka panjang, bukan sekadar peluang perdagangan jangka pendek.
Miltiadous juga menambahkan bahwa semakin banyak modal jangka panjang yang masuk ke sektor ini, termasuk dari sovereign wealth funds dan institusi global, dengan ketertarikan yang meningkat pada perusahaan-perusahaan yang memiliki peran signifikan dalam rantai pasok global.
Seiring meningkatnya persaingan teknologi global, bobot hard technology Tiongkok dalam portofolio global diperkirakan akan terus meningkat, sejalan dengan proses penilaian ulang valuasi secara bertahap.
WeTrade akan terus memperkuat perannya dalam menghubungkan investor global dengan peluang-peluang ini melalui peningkatan akses pasar, pengembangan produk, serta kapabilitas riset yang lebih mendalam.








